Pengembangan Pola Batik Motif Tempe, Pokja 2 PKK Desa Beji Gelar Pelatihan di Balai Desa.

  • Feb 14, 2025
  • RIFKI GUSTI

Desa Beji, 14 Februari 2025 – Kelompok Kerja (Pokja) 2 PKK Desa Beji kembali mengadakan program pemberdayaan ekonomi kreatif dengan mengembangkan pola batik motif tempe. Kegiatan ini berlangsung pada hari ini di pendopo Balai Desa Beji dan diikuti oleh para anggota PKK serta masyarakat setempat yang memiliki minat dalam industri kreatif.

 

Program ini bertujuan untuk melestarikan budaya batik sekaligus mengenalkan ikon lokal khas Desa Beji, yaitu tempe, sebagai motif unik dalam desain kain batik. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga dan membuka peluang usaha baru di sektor ekonomi kreatif.

 

Ketua Pokja 2 PKK Desa Beji, ibu Tunika, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan pola batik motif tempe adalah bagian dari inovasi yang mengangkat potensi lokal agar lebih dikenal luas. “Kami ingin menjadikan motif tempe ini sebagai identitas batik khas Desa Beji yang nantinya bisa dipasarkan lebih luas, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujarnya.

 

Dalam pelatihan ini, para peserta dibimbing langsung oleh perajin batik profesional yang memberikan materi tentang teknik menggambar motif, mencanting, hingga proses pewarnaan. Antusiasme peserta sangat tinggi karena mereka dapat langsung mempraktikkan teknik membatik dengan pola yang telah dirancang sebelumnya.

 

Salah satu peserta, mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat senang karena bisa belajar membatik dengan motif khas desa sendiri. Semoga ilmu yang didapat bisa dikembangkan menjadi usaha rumahan,” katanya.

 

Pemerintah Desa Beji turut memberikan dukungan terhadap program ini dan berharap agar motif batik tempe bisa menjadi produk unggulan desa. Ketua TP PKK Desa Beji, Tri Andriani, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Pokja 2 PKK. “Kami akan terus mendukung program-program inovatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan budaya lokal ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.

 

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Desa Beji semakin terampil dalam membatik dan dapat mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal. Ke depan, motif batik tempe ini diharapkan dapat menjadi ikon batik khas Desa Beji yang memiliki daya tarik tersendiri di dunia fashion dan industri kreatif.